Ketua KPU: E-Voting Baik untuk Efektivitas Pemilu

29 Agustus 2016 Administrator



Jakarta – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Juri Ardiantoro, menilai, penerapan pemilu secara elektronik atau evoting sangat baik untuk efektivitas pemilu dan membuat pemilu lebih murah. KPU, kata Juri sedang membentuk tim pengkajian dalam rangka mengkaji kemungkinan penggunaan TI dalam pemilu.

"Gagasan untuk e-voting baik, kalau tujuannya untuk efektifkan pemilu, membuat pemilu lebih murah, ya bagus saja," ujar Juri di Gedung KPU, Jakarta, Jumat (26/8) malam.

Namun, Juri mengakui, implementasi sistem tersebut tidak mudah. Pasalnya, penerapan e-voting membutuhkan persiapan yang panjang mengingat jumlah pemilih sangat banyak dengan kondisi geografis yang beragam. Sehingga jangkauan TI, kata dia, tidak linier seperti yang ada di Jawa dan kota-kota besar.

"Kemudian yang serius menjadi perhatian KPU adalah, apakah masyarakat kita sudah siap mempercayai teknologi sebagai instrumen penting dalam pemilu? Itu yang penting," tandas dia.

Juri mengkhawatirkan publik tidak percaya pada pemilu hanya karena ketidakpercayaan terhadap teknologinya. Karena itu, kata menang butuh waktu untuk memastikan desain teknologinya, kesiapan infrastruktur dan paling penting kesiapan penerimaan masyarakat terhadap TI.

"KPU kan sebenarnya sudah mulai bergerak ke arah sana dengan cara membangun prakondisi untuk sosialisasikan pentingnya teknologi. Misalnya, kita perkenalkan dalam bentuk sistem aplikasi untuk seluruh kepentingan KPU, menyiapkan pemilih, logistik, pencalonan," ungkapnya.

KPU, kata Juri, juga sudah bergerak lebih maju dengan mempublikasi hasil pemilu melalui scan C1, akan melakukan rancangan rekapitulasi secara elektronik dan perhitungan secara elektronik. Menurut Juri, proses-proses tersebut harus dilalui untuk mempersiapkan psikologis masyarakatnya agar menerima teknologi dan persiapan infrastruktur.

"Jadi jangan sampai kita terburu-buru ingin penggunaan e-voting tapi pada akhirnya justru kontraproduktif. Apalagi banyak negara lain yang sudah dengan e-voting tapi kembali lagi ke manual,” tutur dia.

Lebih lanjut, Juri mengatakan, Pilkada Serentak 2017 menjadi prakondisi untuk penerapan e-voting pada pemilu 2019. Namun, kata dia, perlu diperhatikan kesiapakan infrastuktur KPU dan rancangan Undang-undangnya.

sumber : www.beritasatu.com


Bagikan :