Ramaon Dearnov Saragih, S.Hut


Ketua KPU Kota Samarinda dan Ketua Divisi Hubungan Masyarakat, Hukum Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga

 

 “Punya Warna Tersendiri”


Pembawaannya santai dan sedikit selengekan. Bagi yang belum mengenalnya, lelaki berdarah Batak kelahiran Jakarta 40 tahun silam ini mungkin terkesan jutek dan cuek. Namun berada dekat pemilik nama lengkap Ramaon Dearnov Saragih Simarmata ini, waktu dua jam terasa singkat. Apalagi kalau berbicara soal tokoh-tokoh ternama yang idealis, bersih dan berkarakter. Dengan penuh semangat ia membahasnya. Pengagum sosok Gubernur DKI Jakarta,  Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini boleh dibilang memiliki karakter yang kuat. Tegas, keras, sedikit “kejam” kalau berbicara, terbuka, humoris dan setia kawan.

Baginya tak ada toleransi atas sebuah penyelewengan, lebih-lebih soal management keuangan lembaga. Sangat ketat dan selalu merujuk pada efisiensi dan rasionalisasi. Tak heran apabila dalam perhelatan Pilkada Samarinda tahun 2015 lalu KPU Kota Samarinda bisa menghemat hingga 33% dari anggaran yang diajukan. Dimana dari nilai pagu sebesar Rp 55,6 miliar terpakai sekitar Rp37,4 miliar. Itu semua tak lepas dari upaya penghematan yang dilakukan KPU Samarinda pun karena tak terpakainya sejumlah anggaran karena factor kebutuhan yang berubah.

“Saya senang bisa dekat dengan sosok Pak Ramaon, karena beliau sosok pribadi yang punya warna tersendiri,” begitu yang pernah diungkapkan Mantan Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta yang juga teman dekat pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda ini.
Ayah dari Unggul Josua Saragih (6) dan Efraim Sepmyer (1) ini memang selalu blak-blakan saat berbicara. Bahkan terkesan tak pandang bulu terhadap siapapun dia bicara. Selain jago berkelakar, dia juga jago menegur staf atau siapa saja yang berbuat tidak pada tempatnya, apalagi menyangkut hal-hal prinsip. Tak jarang teriakan-teriakan keras, baik serius maupun sekedar bercanda begitu saja keluar dari bibirnya.

“Siapapun dia, harus tahu apa yang diperbuatnya dan bisa menempatkan diri. Jangan sampai tidak tahu bagaimana cara menghargai orang lain, menghargai waktu, menghargai pekerjaannya. Kita ini dibayar Negara pakai uang rakyat, jadi jangan seenaknya saja bekerja,” tukas Ramaon yang memang tidak menyukai ketidakdisiplinan terutama menyangkut jam kerja.

Pembawaan Ramaon yang keras dan tegas tersebut bukan tanpa tempaan. Ia kenyang malang melintang di berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan seperti KNPI, Pemuda Pancasila, LSM dan OKP lainnya yang ada di Kaltim. Berbagai pengalaman berorganisasi telah direguknnya sejak ia duduk dibangku sekolah hingga mahasiswa. Bahkan, saking gemarnya berorganisasi kuliahnya sempat keteteran dan nyaris DO. Tapi atas kegigihannya pula, akhirnya Ramaon bisa menyelesaikan bangku kuliahnya di Universitas Mulawarman, jurusan Teknologi Hasil Hutan pada tahun 2002.

Pembawaan Ramaon yang supel dan berselera humor tinggi juga membuat sosoknya tak asing di mata dan telingan para pembesar di kota Samarinda ini. Tak jarang orang sering terhenyak atas sikapnya yang tak pernah bisa diduga tiba-tiba “nyinyir”. Khususnya saat menyindir para pejabat. Siap-siap saja yang mendengar dongkol dan merah telinga bila kurang berkenan dengan perkataannya.

 “Pesan saya kalau sudah terpilih menjadi pemimpin, bapak-bapak jangan lupa dengan janji-janjinya untuk masyarakat,”  begitu pernah diucapkan Ramaon saat memberi sambutan di hadapan calon Walikota dan Wakil Walikota Samarinda 2015, dalam kegiatan rapat pleno penetapan nomor urut paslon beberapa waktu lalu, di hotel Bumi Senyiur Samarinda.

Menjadi pelayan suara rakyat selama dua periode di KPU Kota Samarinda tak lantas membuat suami Franxisca Mariani Sinaga, S.Hut, Mp (35) ini puas. Bahkan menurutnya masih banyak hal-hal yang harus dibenahi khususnya menyangkut system dan etos kerja sumber daya manusia (SDM) yang ada. Tapi baginya, bisa mengantarkan Pilkada Kota Samarinda 2015 secara aman terkendali tanpa ada gugatan hukum baik terhadap proses maupun penyelenggara sudah menjadi prestasi tersendiri bagi segenap jajaran KPU Kota Samarinda. “Kita tahu apa yang dibutuhkan KPU, yaitu orang-orang yang jujur,  mau bekerja keras dan punya loyalitas. Integritas itu penting, kalau pintar tapi tak punya integritas ya buat apa?” tegas Ramaon yang juga menjabat sebagai Ketua Divisi Hukum dan Parmas, KPU Kota Samarinda.**


Bagikan :