Tri Wahyuni, SH


Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan SDM

 
Jangan Pernah Mundur Hanya Karena Sulit

Terbiasa kerja keras dan tak kenal putus asa untuk mendapatkan sebuah informasi penting yang perlu disampaikan ke khalayak umum membuat Yuni, sapaan akrab pemilik nama lengkap Tri Wahyuni (40) ini tak sulit untuk menyesuaikan diri dalam mengemban tugas barunya sebagai anggota KPU Kota Samarinda. Berangkat dari rasa penasaran yang tinggi terhadap system kerja sekaligus etos kerja para penyelenggara Pemilu saat itu, Yuni akhirnya memutuskan untuk mendaftar menjadi anggota KPU Kota Samarinda.

“Sebelum duduk di KPU, tadinya saya lumayan keras mengkritisi kinerja KPU Kota Samarinda, khususnya saat verifikasi parpol beberapa tahun lalu. Saat itu dari kaca mata saya, kok kesannya kurang sistematis dan agak amburadul, masalahnya dimana sih, ?”  ungkap ibu dari Kinanyuri Asmoro (6) dan Ahla Pramesti Yuriasmoro (3) ini. Pernah bekerja sebagai wartawan dan redaktur di media massa membuatnya tak sulit untuk mengkritisi beragam kebijakan public. Khususnya yang menyangkut kepentingan masyarakat luas. Ia mengaku ada kepuasan yang tak ternilai apabila ia berhasil menggiring sebuah kasus, hingga menemukan titik terang dan membawa manfaat bagi masyarakat luas.

Wanita kelahiran Surabaya dan masih tercatat sebagai anggota PWI Kaltim ini mengaku, dunia kerja yang dilakoninya sekarang sudah selaras dengan jiwanya. “Sejak muda saya suka tantangan. Rasanya hidup ini terasa hambar kalau statis. Bahkan sejak lulus sekolah saya sudah harus bekerja sendiri untuk biaya kuliah. Mungkin karena berasal dari latar belakang keluarga yang pas-pasan itulah, saya terbiasa kerja keras dan tidak cengeng untuk menghadapi situasi sesulit apapun. Prinsip saya, jangan pernah berfikir untuk mundur dari sesuatu hal hanya dengan alas an itu sulit,” paparnya.

Kini Yuni menjabat sebagai Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di KPU Kota Samarinda. Ia mendedikasikan dirinya secara penuh untuk mengabdi sebagai pelayan suara rakyat. “Saya sadar dan selalu berprinsip untuk tidak setengah-setengah dalam menjalani beragam pilihan dalam hidup ini. Totalitas adalah kunci dari keberhasilan, seberapa berkualitasnya kontribusi yang bisa kita berikan untuk pilihan kita itu, termasuk dalam mengawal suara rakyat,” ungkap Yuni yang sebelumnya juga aktif bergelut di Lembaga Swadaya Masyarakat yang ia dirikan bersama teman-temannya. Selain sebagai pendiri Lembaga Bina Hukum Kaltim (LBHK), ia juga aktif berkecimpung dibidang pemberdayaan perempuan. Memimpin sebuah organisasi dan memberikan bantuan sekaligus perlindungan hukum bagi masyarakat yang membutuhkan menjadi kegemarannya.  

Kendati disibukkan menjadi penyelenggara Pemilu, Yuni tak pernah mengabaikan kodratnya sebagai ibu dari kedua anaknya sekaligus sebagai istri. Keduanya bisa berjalan beriringan, bahkan profesionalitasnya sebagai anggota KPU Kota Samarinda sama sekali tak terganggu. Baginya menjadi penyelenggara Pemilu adalah bentuk pengabdian kepada Negara yang sangat menantang sekaligus menyenangkan. Karena mau tidak mau ia terbiasa menyesuaikan diri dalam waktu yang singkat mengenai regulasi yang sangat dinamis. Bahkan, sesuai divisinya, penguasaan segala peraturan Pemilu yang kerap berubah-ubah itu tak melulu harus dipahami untuk dirinya sendiri, tapi juga wajib ditularkan kepada masyarakat luas.

Meski demikian Yuni mengakui bahwa dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2015 yang baru dihelat sebagai penyelenggara, masih menyisakan secuil kekecewaan. Bagaimana tidak, target partisipasi pemilih masih lepas dari harapan walau beragam program unggulan sosialisasi sudah dilakukan. “Penyebab persoalan rendahnya partisipasi pemilih yang dihadapi KPU Kota Samarinda ini memang komplikated, kendati sosialisasi yang kami lakukan sudah maksimal. Ini menjadi PR besar bagi kami sebagai penyelenggara, sekaligus seluruh komponen yang ada baik pemerintah, Parpol, peserta Pemilu dan masyarakat luas sebagai pemilih. Kami harap ke depan kesadaran masyarakat kian besar,” tandasnya.**


Bagikan :